Bayangkan sebuah perusahaan PT Abadi Utama, mereka memiliki tiga unit bisnis (A, B, dan C). Pada tahun dasar, masing-masing unit menyumbang 25 ton CO2, sehingga total emisinya adalah 75 ton. Setahun kemudian, produksi naik dan emisi meningkat menjadi 90 ton. Namun di tahun ketiga, perusahaan menjual unit bisnis C, sehingga angka emisi yang dilaporkan turun menjadi 60 ton.Secara kasat mata, ini terlihat seperti penurunan 15 ton dibanding tahun dasar sebuah "prestasi" untuk laporan keberlanjutan. Namun, menurut GHG Protocol, cara membaca data ini keliru dan berbahaya. Karena unit C sudah didivestasi, angka tahun dasar harus dihitung ulang dengan mengeluarkan kontribusi unit C. Jika dihitung dengan benar, emisi PT Abadi Utama sebenarnya naik 10 ton, bukan turun 15 ton.Tidak ada satupun mesin yang dimatikan di unit A dan B. Yang berubah hanya cakupan yang dihitung. Dan itu bisa mengubah angka di laporan secara drastis tanpa ada satu pun perubahan nyata pada aktivitas operasional.
Angka emisi Itu Hasil Hitungan, Bukan Hasil Timbangan
Berbeda dengan berat badan yang bisa langsung diukur dengan timbangan, emisi gas rumah kaca dihitung bukan diukur langsung, rumusnya:
Emisi = Data Aktivitas × Faktor Emisi
Data aktivitas itu seberapa banyak sesuatu dipakai, listrik yang dikonsumsi, bahan bakar yang dibakar. Faktor emisi itu angka yang menyatakan berapa banyak gas rumah kaca yang dihasilkan per satu unit aktivitas itu. Karena hasilnya perkalian dua angka, hasil akhirnya bisa berubah jika salah satu dari keduanya berubah, bukan cuma aktivitas fisiknya berubah.Ditambah lagi perusahaan sendiri yang menentukan apa saja yang masuk hitungan. Jadi ada tiga hal yang bisa membuat angka emisi berubah naik atau turun, meski dilapangan tidak ada yang berubah.
Tiga Alasan Angka Emisi yang Berubah
1. Faktor Emisinya yang Berubah
Faktor emisi bukan angka yang tetap selamanya. Ini diperbarui rutin oleh regulator. Contoh paling gampang, faktor emisi listrik, menggunakan listrik 1.000 kWh yang sama persis, tapi angka emisinya bisa berbeda tergantung tabel faktor emisi tahun berapa yang digunakan karena bauran pembangkit listrik di jaringan itu berubah tiap tahun. EPA sendiri lewat eGRID memperbarui faktor emisi listrik setiap tahun, dan angkanya bisa turun dari tahun ke tahun tanpa ada perubahan apa pun di sisi pemakainya.Jadi mungkin saja sebuah perusahaan menggunakan listrik persis sama seperti tahun lalu, namun angka emisinya di laporan tahun ini turun bukan karena mereka lebih hemat, tapi karena tabelnya yang diganti.
2. Batasan Perusahaan yang Berubah
Sebelum mulai menghitung, perusahaan harus menentukan dahulu: entitas mana saja yang dihitung sebagai "perusahaan"? GHG Protocol memberikan tiga pilihan buat ini equity share, financial control, dan operational control. Perusahaan dapat menentukan pilihannya sendiri sesuai dengan kebijakan yang diberlakukan perusahaan tersebut.Contoh PT Abadi Utama di atas persis menggambarkan ini. Jika ada perubahan struktural merger, akuisisi, divestasi, atau outsourcing aktivitas yang menghasilkan emisi cakupan pelaporan juga berubah, dan angka tahun dasar harus dihitung ulang agar perbandingannya tetap apple to apple. Tapi ini hanya berlaku untuk perubahan kepemilikan atau kendali. Jika produksi naik atau turun, atau ada unit baru dibuka/ditutup namun tetap punya perusahaan yang sama, itu tidak perlu dihitung ulang karena memang perubahan emisi yang nyata terjadi.
3. Metode Hitung atau Kualitas Data yang Berubah
Untuk aktivitas yang sama persis, ada lebih dari satu cara sah untuk menghitungnya. Misal, konsumsi listrik bisa dihitung dari data pengeluaran (berapa rupiah dibayar) atau dari data aktivitas fisik (berapa kWh dipakai) dua pendekatan yang bisa menghasilkan angka berbeda untuk hal yang sama persis. Jika perusahaan upgrade kualitas datanya dari perkiraan kasar ke pengukuran yang lebih presisi, atau dari faktor emisi generik ke faktor emisi spesifik dari pemasoknya data lamanya juga harus dihitung ulang jika bedanya signifikan.Data yang lebih akurat tidak otomatis membuat angkanya jadi lebih rendah. Kadang malah sebaliknya pengukuran yang lebih presisi bisa mengungkap emisi yang sebenarnya lebih tinggi dari perkiraan. Baik ganti metode maupun tingkatkan akurasi data, keduanya alasan sah untuk mengubah angka yang dilaporkan, mau naik atau turun.Pengecualiannya: perubahan faktor emisi atau data aktivitas itu mencerminkan sesuatu yang benar-benar berubah di lapangan misalnya perusahaan ganti jenis bahan bakar itu bukan koreksi hitungan. Hal tersebut merupakan penurunan emisi, dan memang seharusnya tercatat sebagai penurunan.
Kalau Angka Emisi Turun, Apa Artinya?
Penurunan angka emisi tidak otomatis kabar baik. Pertanyaan yang perlu ditanya bukan "apakah angkanya turun?", tapi "penurunan ini dari aktivitas yang benar-benar berkurang, atau dari hitungan yang dikoreksi ulang?"Sayangnya, tidak semua perusahaan disiplin melakukan koreksi ulang ini. Beberapa kajian industri bahkan menemukan klaim penurunan emisi antar-perusahaan susah dibandingkan secara adil justru karena praktik koreksi ulangnya beda-beda. Jadi jangan langsung percaya klaim penurunan emisi sebelum cek dasar hitungannya.
Yang Terpenting Bukan sekadar Angkanya yang Berubah Namun Konsisten dan Bisa Dibandingkan
Bukan berarti sistem GHG inventory gampang dimanipulasi. GHG Protocol punya lima prinsip dasar buat pelaporan emisi:
Kelima ini bukan formalitas ini syarat supaya angka emisi dari tahun ke tahun benar-benar bisa dibandingkan.Konsistensi artinya perusahaan pakai metode yang sama dari waktu ke waktu, dan mencatat dengan jelas setiap kali ada perubahan data, batasan, atau metode. Bahkan di kalangan akademisi, menjaga angka emisi tetap bisa dibandingkan antar periode diakui sebagai salah satu tantangan paling mendasar dalam ilmu GHG accounting.GHG inventory bukan cuma soal menghasilkan satu angka di akhir. Yang penting angka itu konsisten, transparan, akurat, lengkap, dan bisa dibandingkan dari periode ke periode supaya siapa pun yang baca, regulator, investor, atau auditor, bisa menilai performa perusahaan berdasarkan dasar yang sama. Bukan berdasarkan angka yang kebetulan kelihatan bagus karena cara hitungnya diganti.
Peran ISO 14064-1 dalam Integritas Data Emisi
Untuk menjamin bahwa angka emisi Anda bukan sekadar "angka di atas kertas", ISO 14064-1 hadir sebagai kerangka kerja yang diadopsi secara global. Standar ini memastikan laporan emisi Anda memenuhi lima prinsip utama:
- Relevansi: sesuai dengan kebutuhan pengambilan keputusan
- Kelengkapan: mencakup seluruh sumber emisi yang material
- Konsistensi: memungkinkan perbandingan antar periode yang valid
- Akurasi: meminimalisir ketidakpastian data
- Transparansi: menjelaskan setiap asumsi dan metode yang digunakan
Standar ISO 14064-1 mengubah jadi langkah-langkah yang lebih jelas dan bisa dicek pihak ketiga mulai dari cara batasan perusahaan didefinisikan dan dicatat, kebijakan koreksi ulang ditetapkan sejak awal (bukan diputuskan belakangan ketika angkanya sudah terlihat), sampai setiap asumsi dan metode dicatat supaya bisa ditelusuri di masa mendatang.Bagi perusahaan yang serius dalam pelaporan emisi, tantangannya bukan cuma menghitung angka tahun ini. Tapi membangun sistem yang membuat angka laporan tetap bisa dipercaya dan dibandingkan lima atau sepuluh tahun ke depan. Bahkan jika di masa mendatang ada akuisisi, divestasi, atau perbaikan cara mengukur di tengah jalan. Peran ISO 14064-1 berguna bukan sebagai formalitas sertifikat, tapi sebagai cara memastikan proses di balik angka itu bisa dipertanggungjawabkan.
Bangun Sistem Pelaporan Emisi yang Kredibel Bersama MBO Sustainability
Menghasilkan angka emisi tahunan mungkin terlihat mudah, namun membangun sistem yang membuat angka tersebut tetap dipercaya oleh investor dan auditor dalam 5 hingga 10 tahun ke depan adalah tantangan besar. MBO Sustain hadir untuk memastikan proses akuntansi karbon perusahaan Anda tidak hanya akurat, tetapi juga memiliki daya tahan terhadap pengawasan ketat (scrutiny) eksternal. Kami membantu Anda membangun sistem inventarisasi gas rumah kaca yang konsisten, transparan, dan siap diaudit.Hubungi MBO Sustain segera untuk jadwalkan konsultasi, kami siap melayani perusahaan Anda dan memberikan pendampingan penuh untuk transisi menuju bisnis yang rendah karbon dengan proses yang mudah dipahami, terstruktur dan transparan.